Senin, 24 Juli 2017

Pemilihan obat antihipertensi

ABCD makin tua
Ace /ARB
B-blocker
CCB
Diuretik
Ht stage II --> kombinasi 2 Anti AHT

Pemilihan obat dm

Metformin, thiazolidinone, insulin levemir, glargine, pakai untuk turunkan GDP
Menurunkan GD2PP --> sulfonilurea, acarbose inhibitor, insulin kerja cepat

Rabu, 19 Juli 2017

Marasmus

Penampilan wajah seperti orang tua sangat kurus
Perubahan mental, cengeng
Kulit kering, dingin, dan mengendor, keriput
Lemak subkutan menghilang hingga turgor kulit berkurang
Otot-otot atrofi sehingga kontur tulang terlihat jelas bradikardia (kadang-kadang)
Tekanan darah lebih rendah dibandingkan anak yg sehat

Kwarshiorkor

Perubahan mental sampai apatis
Anemia
Perubahan warna dan tekstur rambut, mudah dicabut atau rontok
Gangguan gastrointestinal
Pembesaran hati
Perubahan kulit (dermatosis)
Atrofi otot
Edema simetris pada kedua punggung kaki dapat sampai seluruh tubuh

Asma

R/Ventolin respul no. I
Aquadest fl no. I
S imm
R/Salbutamol tab mg 2 no. XV
S. 3 dd tab I
R/ Ambroxol HCL syrup fl No. I
S. 3 dd cth I
R/ Amoxicillin syr Fl No. I
S. o. 8. h cth I (Habiskan)

Selasa, 04 Juli 2017

ABC

Airway and C-spine Control
Bicara spontan?
Gargling?
Snoring?
Ada bulu mata dan bulu hidung terbakar?
Trauma inhalasi, jelaga pada pernapasan?
Interpretasi: Airway Clear, tidak ada tanda trauma inhalasi

Breathing and Ventilation
RR 24x/menit
Pengembangan dada simetris kanan dan kiri baik statis maupun dinamis.
Trakea ditengah
JVP meningkat tidak ada
Retraksi
Nafas cuping hidung
Interpretasi: breathing clear

Circulation and Hemorhage Control
Nadi: x/menit, isi dan tegangan cukup
Tensi:
Pasang iv line

Jumat, 16 Juni 2017

Sindrom Koroner Akut

Sindroma Koroner Akut
Perkenalkan diri
Selamat siang perkenalkan saya dr. Hari Kusumanegara yang bertugas di klinik hari ini
Identitas pasien namanya siapa? Umur? Alamat? Pekerjaan?
Anamnesis
Keluhan utama: datang kesini ada keluhan apa bu/pak? à nyeri dada
Sacred seven:
onset: sejak kapan dirasakan?
Lokasi: nyerinya dimana dan apakah menjalar?
kualitas: nyerinya seperti apa? Tertusuk atau seperti tertimpa beban berat?
Kuantitas: nyerinya terjadi berapa lama? Apakah menggangu aktivitas?
Faktor memperberat: apakah nyerinya muncul setelah melakukan aktivitas fisik seperti olahraga?
Faktor memperingan: apakah sudah diobati? Dengan obat yang dibawah mulut? Bagaimana hasilnya? Dengan istirahat apakah berkurang?
Gejala penyerta: apakah disertai sesak napas? Keringat dingin? Mual/muntah? Nyeri ulu hati?
Apakah ada obat-obatan yang dikonsumsi
RPD
Pernah sakit seperti ini sebelumnya? Kapan, durasinya?
Ada riwayat sakit jantung?
Riwayat sakit darah tinggi? Kencing manis?
Riwayat sakit paru?
Ada alergi obat?
RPK
Ada keluarga yang sakit seperti ini? Sakit jantung? Darah tinggi? Kencing manis?
Pemeriksaan fisik
Keadaan umum
Kesadaran
Tanda vital
Tensi, nadi, RR, Suhu, SaO2
Setting IGD
Berikan O2 4L nasal kanul
Saturasi >95%
Elevasi
Aspirin 160 mg
Nitrogliserin subllingual bila ada nyeri dada. Dapat diulangi 3 kali tiap 5 menit
Morfin diberikan bila 3 kali pemberian NO gagal
Anamnesis
PF
Pemeriksaan penunjang
CKMB, Troponin T
Elektrolit
DR
BGA
Ureum Kreatinine
DD/ angina pectoris (stable angina, unstable angina, stemi dan nstemi
Infark miokard
GERD
Gastritis akut
Pleuritis
Pneumothorax
Emboli paru
Miokarditis
Farmakologi
1.       Nitrogliserin 5 mg sublingual à 3x interval 3-5 menit
2.       Aspirin 160 mg (akut) à 160-320 mg 1-2 tab
3.       O2 4l nasal
4.       Morfin à bila nitrat (-) 2,5-5 mg IV
5.       Clopidogrel 75 mg x4 s 1 dd 1 (300-600 mg) 4-8 tab
6.       B-blocker propanolol 20-80 mg (@10 mg), bisoprolol 2,5-5 mg (@5 mg)
CCD à Verapamil 80 mg (@30 mg, 60 mg) 2-3x
                Diltiazem 30 mg (@ 80 mg, 240 mg) 3-4x
Non farmakologis
1.       Tidur semi erect
2.       Diet rendah lemak
3.       Kurangi rokok & alkohol
4.       Penurunan BB
5.       Atur pola makan
6.       Olahraga ringan
7.       Kontrol penyakit penyerta
8.       Kontrol TD
Edukasi
Jaga emosi, pikiran, turunkan pekerjaan, pola hidup sehat


Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus
Keluhan utama: 9P (Poliuria, polifagi, polidipsi, prematur katarak, poliginggivitis, pruritus, polineuropati, proteinuria, pielonefritis) + Penurunan berat badan.
RPDà Berapa lama DM, HT, stroke, luka tidak sembuh, profil lipid
Penurunan kesadaran
Alergi
Rawat inap
Kebiasaan makan makanan manis
Alkohol
Obat-obatan
RPKà apakah ada keluarga yang sakit DM, HT, Alergi?
Pemeriksaan fisik
Keadaan umum?
Kesadaran?
TTV
BB, TB
Status generalisata
Kepala
Konjungtiva anemis?
Mata tampak kekeruhan lensa? (katarak diabetika à seperti snow pattern)
Hidung
Mulut
Pemeriksaan tiroid
Tellinga serumen, sekret?
Thorax, abdomen
Ekstremitas
Tampak luka, ulkus
Edema
Sianosis
Kulit kering
Pemeriksaan penunjang
Darah rutin
GDS, GDP, GD2PP
HbA1c
Albumin, creatinine, ureum
Lipid profil
DD/ DM tipe I, II, Tipe lain (eksokrin, endokrin, obat-obatan)
Nilai normal dan patologis
GDS: >200
GDP: >126
GD2PP: >200
TGT:140-199
TGPT: 100-125
Tx:
Medikamentosa
R/ Metformin tab 500 mg no. XXX
s. 3 dd tab 1
atau
R/ Glimepirid tab 1 mg no. XXX
S 1 dd tab 1
Atau
R/ Acarbose 50 mg tab no. XXX
S 3 dd tab 2
Non medikamentosa
1.       Edukasi
Tentang penyakit yang pasien derita disebabkan oleh kekurangan/kelainan insulin à hormon yang digunakan untuk mengelola glukosa darah
Perubahan life style agar lebih banyak beraktivitas dan berolahraga mulai dari jalan santai, senam secara rutin
Pengobatan dan kontrol rutin
Komplikasi penyakit
Baik akut (cepat) à HONK, KAD, Hipoglikemi
Kronis à makroangiopati (stroke, pjk, penyakit arteri perifer), mikroangiopati ( renal, mata, neuropati)
Terapi
1. Olahraga
2.       Pola makan
3.       Obat rutin
4.       Pakai alas kaki
5.       Jaga kebersihan kaki
6.       Kontrol rutin
7.       Edukasi komplikasi


No
Kegiatan
Skor
1
Memperkenalkan diri dan mengucapkan salam
Pagi pak/bu, perkenalkan saya dr. Hari Kusumanegara yang bertugas di klinik hari ini.

2
Tanya identitas pasien:
Kalau boleh saya tahu nama ibu/bapak siapa?
Umurnya?
Alamat dimana?
Pekerjaan apa?
Agama?

3.
Anamnesis:
Keluhan utama: 9P (Poliuria, polidipsi, polifagi, penurunan berat badan, katarak prematur, polineuropati, proteinuria, poliginggivitis, pruritus)
Poliuria: bagaimana keadaan BAK bapak/ibu? Berapa kali kalau siang dan malam?
Polidipsi: apakah bapak/ibu sering kehausan?
Polifagi: apakah bapak/ibu sering merasa lapar dan menjadi banyak makan?
Ibu/bapak merasa banyak makan namun berat badan menurun?
Berat badan bapak sekarang berapa? Dulu berapa?
Polineuropati: apakah ibu/bapak merasa ada kesemutan dan baal? Bagian mana?

4.
Perjalanan penyakit
Sudah berapa lama/sejak kapan?
Apakah ada keluhan penyerta? Di mata? Mata kabur?
adakah keluhan borok pada kaki? Atau luka yang tidak kunjung sembuh?
Pernah mengalami tidak sadar dan dirawat? Koma hipoglikemik, koma hiperglikemik)
Pernah mengalami infeksi pada saluran kencing? Air kencing menjadi keruh?
ada keluhan dalam berhubungan seksual? (disfungsi ereksi)?

5.
Etiologi
Apakah di keluarga ada yang menderita sakit yang sama?
Bagaimana pola makan, status nutrisi: BMI, gaya hidup
Apakah ibu sudah punya anak? Berapa berat badan lahirnya?
Riwayat obat-obatan

6.
Riwayat Pengobatan
Sudah pernah berobat/belum? Nama obat, cara pemberian, frekuensi pemberian, lama mengkonsumsi obat sering kontrol gula darah?
Pernah ada efek samping obat?
Pernah dirawat di rs? Karena apa?

7.
Pemeriksaan fisik
KU dan kesadaran
Pemeriksaan antropometri: BB,TB, BMI, lingkar pinggang
Tanda-tanda vital
Pemeriksaan head to toe
Kepala: mata funduskopi: retinopati diabetes
Leher: JVP meningkat
Thorax: jantung paru: tanda-tanda gagal jantung: ronki basah halus, edema paru, infeksi saluran napas
Pembesaran jantung?
abdomen:
Ekstremitas: ada ulkus/tidak, pemeriksaan neurologis/propioseptif

8.
Pemeriksaan penunjang:
Pemeriksaan darah rutin: HB, Ht, Leuko, Trombosit
Gula darah puasa, 2 jam post prandial, HbA1c
Kolesterol, trigliserida, HDL, LDL
Usulan pemeriksaan lainnya:
Pemeriksaan ginjal kreatinine serum, urinalisis: ketonuria, proteinuria
EKG
X-ray dada
`
9.
Diagnosis banding
Diabetes mellitus tipeI, II, Tipe lain

10.
Penatalaksanaan
5 Pilar DM:
1.       Edukasi: olahraga secara teratur, menghindari minuman manis, menghentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol, menjaga diet.
2.       Pengaturan makanan
3.       Olahraga
4.       Obat farmakologi
5.       Self monitoring blood glucose

11
Rujukan

12
Prognosis
Quo ad vitam: ad bonam
Quo ad functionam: dubia (tergantung kondisi pasien)

Selasa, 25 April 2017

Skor Siriraj

Score Siriraj= 2,5x K + 2x M + 2xN -3A +0,1 D -12
K= Kesadaran
0: composmentis
1: somnolen
2: stupor/coma
M= Muntah
0: tidak muntah
1: muntah
N= Nyeri Kepala
0: tidak nyeri kepala
1: nyeri kepala
A= Ateroma
0: tidak ada ateroma
1: ada ateroma (DM, Angina, Penyakit Pembuluh darah, trombopheblitis obliterans)
D= tekanan darah Diastole
Interpretasi
>1 perdarahan supratentorial
-1 s/d 1 stroke hemoragik
<-1 stroke non hemoragik

Minggu, 12 Maret 2017

Psikiatri: Mengetahui ingatan jangka segera pasien

Dapat menggunakan 6 digit angka yg tidak berurutan, acak dan tidak diulang. Lalu pasien disuruh untuk mengulang ke-6 digit angka tersebut. Lalu tanyakan hal-hal lain seperti alamat, disini dimana, datang kesini sama siapa, kenapa datang kesini, dll. Terus tanyakan kembali ke-6 digit angka tersebut.
Jika benar--> ingatan jangka segera pasien baik
Jika salah --> ingatan jangka segera pasien kurang baik

Senin, 20 Februari 2017

Seorang anak umur 4,5 tahun diperiksakan ibunya dengan keluhan mendengkur dan sering terbangun saat tidur malam hari:
Hasil pemeriksaan fisik:
Status generalis: dalam batas normal
Status lokalis: telinga, hidung, leher dalam batas normal
Tenggorok tampak gambar dibawah ini:
Gambar terkait
Deskripsikan kelainan tersebut
Pemeriksaan orofaring
Palatum : Fistula (-), palatum bombans (-)
Tonsil: T3-T3, hiperemis, udem, kripte melebar, dendritus
Mukosa faring posterior: hiperemis (+) udem (+), Post nasal drip (-)
1.       Lengkapilah anamnesis tersebut.
-          Sejak kapan tidur mendengkur?
Tidur mendengkurnya apakah terus-menerus/hilang timbul?
-          Semakin lama semakin kuat mendengkur?
-          Sudah pernah diobati? Apakah sembuh?
-          Selain itu, adakah nyeri telan?
-          Sulit menelan?
-          Demam?
-          Riwayat batuk pilek yang berulang? Pilek warna apa? Kemeng diwajah? Sakit kepala?
-          Terasa liak di tenggorokan?
-          Suara serak?
-          Sesak?
-          Telinga gemrembeg? Berdenging? KP?
-          Dulunya pernah sakit seperti ini?
-          Keluarga ada yang sakit seperti ini?
2.       Apa diagnosis sementara saudara?
-          Tonsilofaringitis kronik eksaserbasi akut
-          Curiga Adenoid Hipertrofi
-          Curiga Obstructive Sleep Apnea syndrome
3.       Bagaimana rencana pengelolaan saudara?
-          Swab Tenggorok+Kultur Sensitivitas
-          Rinoskopi posterior untuk mengetahui hipertrofi adenoid
-          X Foto Rasio Adenoid Nasofaringà adenoid membesar
-          Dirujuk untuk dilakukan tonsilektomi karena adanya indikasi absolut yaitu adenoid yang menyebabkan Obstructive sleep apnea syndrome

Seorang laki-laki 25 tahun, datang dengan keluhan 2 hari telinga kanan berdenging. Sebelum muncul denging, penderita berenang dan kemudian pendengaran sedikit berkurang.
Pertanyaan
1.       Informasi apa lagi yang dapat saudara tanyakan?
-          Pusing berputar
-          Keluar cairan?
-          Apakah hanya telinga kanan saja?
-          Batuk pilek?
2.       Pemeriksaan apakah yang dapat saudara lakukan? Otoskopi, garpu tala, audiometri, timpanometri
3.       Apa diagnosis  bandingnya? OMA, OME
Seorang laki-laki, 20 tahun datang pada anda dengan keluhan serak 2 hari. 4 hari sebelumnya penderita juga mengeluh pilek dan batuk serta demam.
Pada pemeriksaan didapatkan plica vestibularis oedem & hiperemis, epiglotis hiperemis
R/ Paracetamol 500 mg tab No. XXX
S. 3 dd tab 1
R/ Amoxicillin 500 mg tab No. XXX
S. o.8.h tab I (habiskan)
R/ methylprednisolone 4 mg tab No. XXX
S 3 dd tab I


Minggu, 19 Februari 2017

Pseudocroup

Pseudocroup
peradangan pada daerah subglottis --> akut
akut : 3-7 hari
anak < 5 tahun
causa: viral
gejala:  - demam
             - Batuk menggongong --> tidak produktif
             - Memburuk pada malam hari
             - Stridor --> sesak napas
             - Serak
Tanda klinis:
             - Udem Difus di subglottis
             - Hiperemis pada plika vokalis
             - Stridor --> retraksi interkosta
Pemeriksaan Penunjang: X Foto Colli AP --> Steeple Sign

Kriteria Jackson pada sumbatan saluran napas


Sumbatan saluran napas atas dapat dibagi menjadi 4 derajat berdasarkan kriteria Jackson.
  1. Jackson I ditandai dengan sesak, stridor inspirasi ringan, retraksi suprasternal, tanpa sianosis.
  2. Jackson II adalah gejala sesuai Jackson I tetapi lebih berat yaitu disertai retraksi supra dan infraklavikula, sianosis ringan, dan pasien tampak mulai gelisah.
  3. Jackson III adalah Jackson II yang bertambah berat disertai retraksi interkostal, epigastrium, dan sianosis lebih jelas.
  4. Jackson IV ditandai dengan gejala Jackson III disertai wajah yang tampak tegang, dan terkadang gagal napas.

Epiglotitis dan Croup

Hasil gambar untuk thumb sign
X Foto Colli Lateral didapatkan Thumb sign pada epiglotitis
X foto Colli AP didapatkan Steeple Sign pada Croup

Sabtu, 18 Februari 2017

Indikasi dan kontraindikasi Tonsilektomi

Kontraindikasi absolut
1. Hipertrofi tonsil yang menyebabkan:
-obstruksi saluran nafas pada OSAS
- Disfagia berat
- Gangguan tidur
- Gangguan pertumbuhan dentofacial
- Gangguan bicara (hiponasal)
- Komplikasi kardiopulmoner
2. Riwayat abses peritonsil
3. Tonsilitis yang membutuhkan biopsi untuk menentukan PA
4. Tonsilitis kronis berulang sebagai fokal infeksi untuk penyakit lain

Kontraindikasi relatif
1. Terjadi 7 episode/lebih infeksi tonsil pada tahun sebelumnya atau 5 episode/lebih infeksi tonsil tiap tahun pada 2 tahun sebelumnya atau 3 episode atau lebih infeksi tonsil tiap tahun dalam 3 tahun sebelumnya dengan terapi antibiotik adekuat
2. kejang demam berulang yang disertai tonsilitis
3. halitosis akibat tonsilitis kronis yang tidak membaik dengan pengobatan
4. tonsilitis kronik berulang pada kanker streptococcus Beta hemoliticus yang tidak membaik dengan pemberian antibiotik (resistensi beta lactam)

Kontraindikasi tonsilektomi
- Radang akut
- Penyakit perdarahan
- KU Jelek
- Kehamilan/menstruasi
- Status asmaticus

Abses retrofaring

Abses retrofaring
Gejala klinis dan tanda klinis
Dari anamnesis biasanya didahului oleh infeksi saluran nafas atas. Gejala dan tanda klinis yang sering dijumpai pada anak:
1.       Demam
2.       Sukar dan nyeri menelan
3.       Suara sengau
4.       Dinding posterior faring membengkak (bulging) dan hiperemis pada satu sisi.
5.       Pada palpasi teraba massa yang lunak, berfluktuasi dan nyeri tekan
6.       Pembesaran kelenjar limfe leher (biasanya unilateral)
7.       Kekakuan otot leher (neck stiffness) disertai nyeri pada pergerakan
8.       Air liur menetes (drolling)
9.       Obstruksi saluran nafas seperti mengorok, stridor, dispnea
Gejala yang timbul pada dewasa pada umumnya tidak begitu berat bila dibandingkan anak. Dari anamnesis didahului riwayat tertusuk benda asing pada dinding posterior faring, pasca tindakan endoskopi atau adanya riwayat batuk kronis. Gejala yang dapat dijumpai adalah
1.       Demam
2.       Sukar dan nyeri menelan
3.       Rasa sakit di leher (neck pain)
4.       Keterbatasan gerak leher
5.       Dispnea
Pada bentuk kronis perjalanan penyakit lambat dan tidak begitu khas sampai terjadi pembengkakan yang besar dan menyumbat hidung serta saluran nafas
Diagnosis banding
1.       Adenoiditis
2.       Abses peritonsil
3.       Abses parafaring
4.       Epiglottitis
5.       Croup
6.       Aneurisma arteri
7.       Tonjolan korpus vetebra
Diagnosis
1.       Anamnesis
2.       Pemeriksaan klinis
3.       Laboratorium
a.       Darah rutin: lekositosis
b.       Kultur spesimen (hasil aspirasi)
4.       Radiologis
a.       Foto jaringan lunak leher lateral
Dijumpai penebalan jaringan lunak retrofaring ( prevertebra ) : - setinggi C2 : > 7 mm ( normal 1 - 7 mm ) pada anak-anak dan dewasa - setinggi C6 : > 14 mm ( anak-anak , N : 5 – 14 mm ) dan > 22 mm ( dewasa, N : 9 – 22 mm ) Pembuatan foto dilakukan dengan posisi kepala hiperekstensi dan selama inspirasi. Kadang-kadang dijumpai udara dalam jaringan lunak prevertebra dan erosi korpus vertebra yang terlibat.
b. CT Scan
c. MRI
Penatalaksanaan
1.       Pertahankan jalan nafas yang adekuat
2.       Simptomatis
3.       Rehidrasi

4.       Operatif aspirasi pus+ kultur sensitivitas, incisi dan drainase

Perbedaan Polip, Rinitis Medikamentosa, Rinitis Vasomotor, Rinitis Alergi

Perbedaan
Polip
Rinitis Medikamentosa
Rinitis Vasomotor
Rinitis Alergi
Hidung Tersumbat
Terus-Menerus
Hilang timbul
Hilang timbul
Hilang timbul
Rinore
+
+/-
+
++
Hidung gatal
-
-
-
+
Bersin-Bersin
-
-
-
++
Diagnosis Pasti
Biopsi
Riwayat pemakaian dekongestan topikal spray/tetes hidung lama
Skin prick test (-)
Skin prick test (+)
Terapi
Injeksi Steroid Triamcilonone acetate 125 mg IV
Operasi
-Stop Dekongestan topikal
-Topikal steroid
- cuci hidung
Dekongestan
Antihistamin
Steroid Topikal


Perbedaan Abses peritonsil, Limfoma Non Hodgkin Tonsil. Ca Tonsil

Perbedaan
Abses Peritonsil
Limfoma Non Hodgkin Tonsil
Ca Tonsil
Arcus Pharyngeus
Asimetris terdorong ke kontralateral
Simetris
Simetris
Tonsil
Membesar asimetris
Membesar asimetris
Membesar asimetris
Uvula
Terdorong ke kontralateral
Uvula terdorong ke kontralateral
Uvula terdorong ke kontra lateral
Permukaan palatum mole
Bengkak
Permukaan halus
Permukaan tidak rata
Gejala penyerta
Demam
Nyeri Telan
Trismus
Drolling(Ngeces)
Hot Potato voice (suara bergumam)
Benjolan di leher Level I
Benjolan di Leher Level I