Rabu, 29 Juni 2016

Penataklaksanaan Eklampsia di Puskesmas

Eklampsia
Penatalaksanaan Eklampsia di Puskesmas

Eklampsia (ibu kejang klojotan)
1. Minta bantuan
2. Menjaga dari trauma (ABCD)
A: Airway (Jalan Nafas)
Bersihkan dan bebaskan jalan nafas (Suction/bersihkan lendir, Posisikan pasien ekstensi kepala, Lepaskan yang mengikat)
B: Breathing (Pernafasan)
Oksigen Masker 4-8 lpm
C: Circulation (Sirkulasi)
Pasang infus cairan Ringer Laktat atau Ringer Asetat
D: Drug (Obat)
MgSO4 40% 4gr bolus pelan (pelan-pelan selama 10 menit) dilarutkan dalam 10 ml Aquadest
MgSO4 40% drip 1 gr/jam (SP)
Obat antihipertensi
- Metildopa 500mg/8 jam
- Nifedipine 10 mg/8 jam

Setelah stabil
-Segera Rujuk
-Tetap Menjaga tanda vital

Selasa, 28 Juni 2016

Perdarahan antepartum

Perdarahan antepartum adalah perdarahan yang terjadi usia 20-37 minggu
1. Plasenta previa
Anamnesis
Perdarahan bisa banyak bisa sedikit, darah merah segar, tidak disadari, tidak nyeri.
Pemeriksaan fisik
KU: lemah, kesadaran bisa menurun
TV: Tekanan darah turun, Nadi tachicardia, RR, T
Status internus: konjungtiva anemis (+/+)
Status obstetricus:
Inspekulo
Fluor: Fluksus: (+) merah segar
Vulva, Urethra, Vaginal dbn
Portio: Berbenjol, Perdarahan keluar dari OUE
2. Solusio plasenta
Perdarahan sedikit darahnya kehitaman, nyeri perut
Pemeriksaan fisik
KU: lemah, kesadaran bisa menurun
Darah yang keluar tidak menunjukkan tingkat keparahan
Sedikit darah keluar namun bisa sampai syok ibunya
TV: Tekanan darah turun, Nadi tachicardia, RR, T
Status internus: konjungtiva anemis (+/+)
Inspekulo
Fluor: Fluksus: (+) merah kehitaman sedikit
Vulva, Urethra, Vaginal dbn
Portio: Berbenjol, Perdarahan keluar dari OUE

Ibu 25 tahun, hamil 27 minggu datang dengan keluhan keluar darah dari jalan lahir banyak, warna merah segar.

yang pertama dilakukan adalah
1. Pasang infus RL 2 jalur
2. Stabilisasi
A Airway kepala ibu diekstensikan supaya jalan nafas terbuka berikan plabot infus di leher ibu.
B Breathing diberikan nasal kanul 3 lpm
C circulation diberikan infus
3. setelah stabil baru ibu dianamnesis

Manual plasenta

Manual plasenta merupakan prosedur pelepasan tali pusat dari tempat implantasinya di dinding uterus dan mengeluarkan dari tali pusat dengan tindakan invasif dengan memasukan tangan kedalam cavum uteri
Prosedur
1. Stabilisasi pasang infus RL/D5
2. Jelaskan pada ibu prosedur dan tujuan tindakan. (Jadi nanti saya akan memasukan tangan saya kedalam rahim ibu untuk mengambil sisa plasenta, namun tindakan ini agak kurang nyaman dan mengenakan apakah ibu bersedia untuk dilakukan manual plasenta? Semisalnya Iya, saya siapkan peralatan dan cuci tangan dulu bu)
3. Lakukan anastesi verbal atau per rektal 
4. Siapkan dan jalankan prosedur pencegahan infeksi 
5. Kosongkan VU
6. Lakukan informed consent
7. berikan sedatif diazepam 10 mg IM/IV
8. Antibiotik dosis tunggal (Profilaksis) Ampisilin 2 g IV + metronidazole 500 mg IV atau Cefazolin 1 g IV + Metronidazol 500 mg IV
9. cuci tangan dan pakai sarung tangan panjang steril
10. Jepit tali pusat dengan klem dan tegangkan sejajar dengan lantai
11. masukan tangan dalam posisi obstetri hand dengan menelusuri bagian bawah tali pusat
12. tangan sebelah dalam menyusuri tali pusat hingga cavum uteri sedangkan tangan sebelah luar menahan fundus uteri, untuk mencegah inversio uteri menggunakan lateral jari tangan, disusuri dan dicari pinggir perlekatan (insersi) plasenta.
13. tangan obstetri hand dibuka seperti memberikan salam, lalu jari dirapatkan
14. tentukan tempat implantasi plasenta, temukan tepi plasenta yang paling bawah
15. gerakan tangan kanan ke kiri dan kanan sambil bergeser ke arah kranial hingga seluruh permukaan plasenta (Seperti membuka halaman buku).
16. Jika plasenta tidak dapat lepas dari permukaan uterus, kemungkinan plasenta akreta. Siapkan Laparotomi
17. Pegang plasenta dan keluarkan tangan bersama plasenta
18. Pindahkan tangan luar ke suprasimfisis untuk menahan uterus saat plasenta dikeluarkan
19. Eksplorasi untuk memastikan tidak ada bagian plasenta yang masih melekat pada dinding uterus
20. Periksa plasenta lengkap atau tidak, ada hematom, ada infark. bila tidak lengkap lakukan eksplorasi ke dalam cavum uteri.





Inti Manual Plasenta
1. Informed consent (Jadi plasenta ibu masih tertinggal/ ada yang tertinggal, maka diperlukan tindakan melahirkan plasenta ibu secara manual dengan cara memasukan tangan saya kedalam rahim ibu untuk mengambilnya dan mengeluarkannya, namun tindakan ini kurang mengenakan dan kurang nyaman apakah ibu bersedia? Jika ya, saya siap2 dan cuci tangan dulu--> 6 langkah cuci tangan)
2. Ibu dianastesi verbal atau perektal, atau Diazepam 10 mg IV
3. Antibiotik profilaksis Ampisilin 2g IV + Metronidazole 500 mg IV atau Cefazolin 2 gr IV + Metronidazole 500 mg IV
4. Klem tali pusat dan regangkan sejajar lantai
5. tangan kanan menyusuri tali pusat sampai ketemu plasenta didalam rahim dengan obstetri hand.
6. Obstetri hand dibuka seperti memberikan salam, lalu cari tempat perlekatan plasenta di dinding rahim mulai dari bawah sampai keatas, sedankgan tangan kiri menahan uterus agar tidak terjadi inversio uteri
7. lepaskan plasenta dari perlekatan yang dengan cara mengerakkan tangan kanan seperti membuka halaman buku
8. keluarkan plasenta dengan tangan kanan dan tangan kiri yang diluar ditaruh di suprasimfisis. 
9. Cek plasenta apakah lengkap/ tidak? lalu Eksplorasi rahim untuk mengetahui apakah ada sisa plasenta yang tersisa 

Sumber Lutan D, 1998. Sinopsis Obstetri.Jakarta: EGC Manuaba IBG, 1998. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan.Jakarta : EGC Saifuddin, AB,dkk. 2009. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : PT Bina Sarwono Prawiroharjo www.edukia.com

Kamis, 23 Juni 2016

Syarat-syarat Versi Luar

1. Bagian terendah janin masih dapat didorong ke atas keluar pintu atas panggul (PAP)
2. Dinding perut ibu harus cukup tipis (ibu tidak gemuk) dan rileks, agar penolong dapat memegang bagian-bagian janin
3. Janin harus dapat lahir Pervaginam
4. Selaput ketuban harus masih utuh
5. Pada ibu yang inpartu pembukaan serviks kurang dari 4 cm atau pembukaan lengkap
6. Saat mengerjakan versi luar dalam kehamilan (sebelum inpartu)
-Pada primigravida umur kehamilannya
34-36 minggu
-multigravida dapat pada umur kehamilan lebih dari 38 minggu

Tes IVA (Inspeksi Visual dengan Aplikasi Asam Asetat)

Keganasan Serviks akibat seks bebas, pencuci vagina
Ca Cervix dari usia 45 tahun jadi 35 tahun
Perjalanan penyakit 3-10 tahun
Faktor makanan (Plastik Gurih, Gula Jawa dikasih pemutih, ayam dikasih Betadine)
Screening Ca yang bisa
1. Ca Serviks--> Paling Banyak
2. Ca Mammae

Pap Smear perlu biaya, Dokter PA, dan biaya
IVA pemeriksaan gampang, interpretasinya sulit

Syarat Pap Smear
1. Seminggu Mens terakhir
2. Habis hubungan 2 hari

Syarat IVA
1. Kapanpun bisa
2. Habis hubungan bisa

Siapa yang di-screening?
Pasien sudah 3 tahun kontak seksual

Alat dan Bahan
1. Meja Periksa
2. Sumber cahaya (lampu biasa 100W/halogen 50W)
3. Spekulum cocor bebek (Cusco or Graves)
4. Rak/Wadah Peralatan
5. Kapas Lidi Besar
6. Sarung tangan
7. Asam Asetat 3-5% dengan Cuka diksi dicairkan perbandingan 1:4
8. Larutan Klorin 0,5% untuk Dekontaminasi
9. Formulir untuk mencatat temuan

Kita harus mengenali sambungan skuamokolumner (SSK)
Basahi serviks dengan kapas lidi yang sudah dicelupkan pada asam asetat 3-5% selama 1 menit
Lalu Interpretasi
1. Hasil IVA (+) --> didapatkan lesi acetowhite yang berawal dari SSK
2. Hasil IVA (-)
3. Curiga keganasan

Pada wanita menopause Tes IVA tidak dilakukan karena SSK tidak kelihatan lagi

Senin, 20 Juni 2016

Laporan Jaga Selasa 22 Juni 2016: CPD, Hidrocephalus, Ukuran panggul dalam, Partus Tidak Maju, Partus macet, Inersia Uteri

Cephalo pelvic Disporpotion (CPD) ketidaksesuaian ukuran kepala janin dengan ukuran jalan lahir ibu.

Kepala Janin besar bisa akibat
1. Hidrocephalus--> dapat dikurangi diameter kepala dengan menusuk kepala agar cairan LCS keluar sehingga dapat dilahirkan Pervaginam (bila kita ada di sarana kesehatan yang tidak bisa SC dan tidak bisa merujuk dengan cepat)
2. Bayi Besar (>=4000 gr)

Ukuran BPD normal 9,5 cm kalau sampe 13 cm melewati diameter transversal panggul 12-12,5 cm maka tidak dapat dilahirkan secara pervaginam.

Ukuran Pintu panggul Atas dikatakan sempit bila
1. Promontorium menonjol
2. Linea inominata teraba >1/3 bagian

Pintu panggul tengah
1. Dinding pelvis sejajar kanan dan kiri
2. Spina ischiadica menonjol
3. Sakrum menonjol ke anterior

Pintu bawah panggul
1. Os cocygeus kaku
2. Arcus Pubis <90 derajat
Tanda CPD moulase (+)
Komplikasi CPD bisa Fetal distress--> Akhiri persalinan secepatnya
Pada Kala 2 terjadi partus macet dapat diakhiri dengan Terminasi
1. Pervaginam dengan peringan kala 2 dengan ekstraksi vakum dan Forceps (lebih cepat 15 menit lahir)
Bila syarat pervaginam masuk yaitu Pembukaan lengkap, bagian kepala udah masuk Hodge 3+, KK sudah pecah atau dipecah
2. Perabdominal, SCTP cito bila syarat Pervaginam tidak terpenuhi (30 menit paling cepat)
Bila terjadi partus tidak maju tindakan pengakhiran persalinan Dengan SCTP

Bila inersia Uteri maka diberikan perbaikan his
1. Medikamentosa Oksitosin 5IU IV
2. Mekanik Amniotomi

Partus tidak maju adalah tidak adanya kemajuan persalinan pada Kala 1 dalam hal Pembukaan serviks, penurunan kepala, putaran Paksi dalam dengan syarat his adekuat

Partus macet adalah tidak adanya kemajuan persalinan pada Kala 2 dalam hal penurunan kepala, putaran paksi dalam dengan syarat his adekuat

Inersia Uteri adalah adanya kemunduran his dalam hal frekuensi dan durasi terjadinya his

Inersia Uteri dibagi 2 yaitu
1. Inersia Uteri primer
His tidak adekuat sejak inpartu kala 1 fase laten (sebelum pembukaan 4)
2. Inersia uteri sekunder
His sebelumnya adekuat tapi pada inpartu kala 1 fase aktif mengalami kemunduran dalam hal frekuensi dan durasi

Growing Good Our Inside Out: Emosi positif memaksimalkan otak

Nih Videonya ditonton ya guys