1. Pelayanan Holistik dan Komprehensif
2. Pelayanan kontak pertama dan berkesinambungan
3. Pelayanan lebih mengutamakan promotif dan preventif
4. Koordinatif dan Kolaboratif
5. Pelayanan Personal
6. Mempertimbangkan keluarga, komunitas, lingkungan
7. Sadar segi etika dan hukum
8. Sadar pembiayaan
9. Menjalankan Pelayanan yang dapat diaudit
Senin, 03 Oktober 2016
9 Prinsip Kedokteran Keluarga
Instrumen Manajemen Puskesmas
Instrumen Manajemen Puskesmas
P1: Perencanaan (PTP/Perencanaan Tingkat Puskesmas)
P2: Pelaksanaan dan Pengendalian (Loka Karya Mini) Triwulan
untuk kerjasama lintas sektoral
P3: Penilaian dan Pertanggungjawaban (PKP/ Penilaian Kinerja
Puskesmas)
Data vital statistik
Data statistik disebut juga kejadian vital yang mengacu pada
proses pengumpulan data dan penerapan metode statistik dasar pada data tersebut
guna mengidentifikasi fakta-fakta kesehatan yang vital dalam suatu masyarakat,
populasi, atau wilayah tertentu. Data morbiditas, mortalitas, pernikahan,
perceraian, kelahiran semuanya merupakan data statistik vital.
1.
Angka kesakitan (morbiditas) dan usia harapan
hidup
2.
Angka kelahiran dan angka kelahiran kasar
3.
Angka kematian dan akta kematian pada data
statistik vital
4.
Data statistik perkawinan dan perceraian
Sumber data statistik vital
Sumber data epidemiologi antara lain adalah
1.
Data kependudukan
2.
Sensus penduduk
3.
Survey2
4.
Kelahiran dan kematian (pencatatan akta
kelahiran dan surat keterangan minimal, klinik umum/ klinik bersalin dan
pelayanan kesehatan lainnya)
5.
Data kesakitan (rekam medis, praktek dokter swasta,
penelitian khusus)
6.
Data lainnya (penelitian/ data sanitasi dan
lingkungan, catatan imunisasi, pelaporan keluarga berencana)
Cara menghitung cakupan, Pencapaian Puskesmas SPM (Standar Pelayanan Minimal)
Cara menghitung Cakupan, Pencapaian
Cakupan=(Hasil/Sasaran pada bulan berjalan)*100%
Sasaran bulan berjalan= (sasaran dalam tahun/12)*bulan
berjalan
Pencapaian= (Cakupan/Target)*100%
Dikatakan masalah sesuai dengan target pencapaian yang sudah
dicanangkan
Minggu, 02 Oktober 2016
Jawaban soal PR dr. Saekho tentang kedokteran keluarga
Beda komunikasi dengan
konsultasi
Konsultasi meliputi 4
komponen yaitu
1. Pemberian
informasi materi kesehatan secara mendetail`
2. Harus
tatap muka
3. Terjadi
2-arah
4. Penentuan
keputusan ada di tangan pasien sedangkan tenaga medis hanya memberikan
saran/opsi yang dapat diambil
Komunikasi masih 1 arah
yaitu dari dokter ke pasien saja
Kolaborasi adalah bekerja
sama dengan profesional lain misal dokter, perawat, bidan
Koordinasi adalah bekerja
dengan dokter spesialis lainnya
Rujukan terdiri dari 2 yaitu
rujukan vertikal dan horizontal
Rujukan bersifat bolak-balik
Rujukan terdiri dari 2 yaitu
rujukan medis dan rujukan kesehatan
Rujukan medis tediri dari 3
yaitu
1. 1. Rujukan
pasien (transfer of patient)
2. 2. Rujukan
ilmu pengetahuan (transfer of knowledge)
3. 3.Rujukan
bahan pemeriksaan laboratorium (transfer of speciments)
Rujukan kesehatan terdiri
dari 3 yaitu
1. 1.Rujukan
tenaga
2. 2. Rujukan
sarana
3. 3. Rujukan
operasional
Persamaan konsultasi dan rujukan
adalah 2-2nya merupakan upaya meminta bantuan
Beda Konsultasi dan Rujukan
Konsultasi adalah upaya
meminta bantuan profesional atau dalam hal ini ahli lain, terhadap kasus
penyakit atau probllem kesehatan lain yang sedang ditangani oleh dokter
keluarga, namun kewenangan penganan masih berada pada dokter keluarga yang
bersangkutan.
Rujukan adalah pelimpahan
kewenangan dan tanggungjawab penanganan dokter yang diminta rujukan.
Dokter keluarga tetap
bertindak sebagai koordinator
9 Prinsip kedokteran
keluarga
1. 1.Komprehensif
dan holistik
2. 2.Pelayanan
kontak pertama dan kesinambungan
3. 3.Pelayanan
mengutamakan promotif dan preventif
4. 4.Pelayanan
koordinatif dan kolaboratif
5. 5.Pelayanan
personal
6. 6.Mempertimbangkan
keluarga komunitas, dan lingkungannya
7. 7.Sadar
etika dan hukum
8. 8.Sadar
biaya
9. 9.Menyelenggarakan
pelayanan yang dapat diaudit dan dipertanggungjawabkan
Minggu, 25 September 2016
Manajemen
Analisis Penyebab masalah dengan pendekatan sistem (input, proses, output, outcome)
input 5M (Man, Money, Method, Material, Machine)
Proses (P1 Perencanaan), (P2-Pelaksanaan, Pengendalian), (P3-Penilaian, Pertanggungjawaban)
Output--> SPM
Outcome (dampak)
Prioritas masalah dengan Hanlon Kuantitatif.--> USG (Urgency. Seriuousness, G
Analisis Penyebab masalah dengan pendekatan sistem dan dimensi mutu.
Analisis faktor penyebab masalah dengan pendekatan sistem dimasukkan ke dalam fish bone analyze
Penyebab masalah yang ada diprioritaskan dengan paired comparison dan menggunakan tabel dan diagram Pareto, dipilihlah penyebab masalah yang akan dipecahkan.
Penyebab masalah yang telah terpilih kemudian dicari alternatif pemecahan masalahnya, kemudian dilakukan pengambilan keputusan mengenai pemecahan masalah yang mana yang akan diusulkan dan dibuat plan of action.
input 5M (Man, Money, Method, Material, Machine)
Proses (P1 Perencanaan), (P2-Pelaksanaan, Pengendalian), (P3-Penilaian, Pertanggungjawaban)
Output--> SPM
Outcome (dampak)
Prioritas masalah dengan Hanlon Kuantitatif.--> USG (Urgency. Seriuousness, G
Analisis Penyebab masalah dengan pendekatan sistem dan dimensi mutu.
Analisis faktor penyebab masalah dengan pendekatan sistem dimasukkan ke dalam fish bone analyze
Penyebab masalah yang ada diprioritaskan dengan paired comparison dan menggunakan tabel dan diagram Pareto, dipilihlah penyebab masalah yang akan dipecahkan.
Penyebab masalah yang telah terpilih kemudian dicari alternatif pemecahan masalahnya, kemudian dilakukan pengambilan keputusan mengenai pemecahan masalah yang mana yang akan diusulkan dan dibuat plan of action.
Puskesmas
Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) adalah pelayanan kesehatan tingkat primer (Primary Health Care)
Puskesmas mempunyai 3 fungsi yaitu
1. Sebagai pusat pembangungan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya
2. Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka kemampuan untuk hidup sehat.
3. memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan masyarakat di wilayah kerjanya.
Puskesmas sebagai unit kesehatan perorangan (UKP) dan unit kesehatan masyarakat (UKM)
Upaya kesehatan puskesmas juga dibagi menjadi 2 yaitu upaya kesehatan wajib/ essensial dan upaya kesehatan tambahan (kerjasama lintas sektoral dan lintas program)
Upaya kesehatan wajib/ essensial ada 6 yaitu
1. Promosi Kesehatan /Promkes
2. Kesehatan Lingkungan/ Kesling
3. Gizi
4. Kesehatan Ibu dan Anak Keluarga Berencana (KIA-KB)
5. Pencegahan dan pemberantasan Penyakit (P3)
6. Balai Pengobatan Umum
Upaya Kesehatan tambahan
1. Sektor pendidikan Unit Kesehatan Sekolah (UKS)
2. Sektor Agama imunisasi TT untuk pasangan yang ingin menikahi
dll
Puskesmas mempunyai 3 fungsi yaitu
1. Sebagai pusat pembangungan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya
2. Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka kemampuan untuk hidup sehat.
3. memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan masyarakat di wilayah kerjanya.
Puskesmas sebagai unit kesehatan perorangan (UKP) dan unit kesehatan masyarakat (UKM)
Upaya kesehatan puskesmas juga dibagi menjadi 2 yaitu upaya kesehatan wajib/ essensial dan upaya kesehatan tambahan (kerjasama lintas sektoral dan lintas program)
Upaya kesehatan wajib/ essensial ada 6 yaitu
1. Promosi Kesehatan /Promkes
2. Kesehatan Lingkungan/ Kesling
3. Gizi
4. Kesehatan Ibu dan Anak Keluarga Berencana (KIA-KB)
5. Pencegahan dan pemberantasan Penyakit (P3)
6. Balai Pengobatan Umum
Upaya Kesehatan tambahan
1. Sektor pendidikan Unit Kesehatan Sekolah (UKS)
2. Sektor Agama imunisasi TT untuk pasangan yang ingin menikahi
dll
Langganan:
Postingan (Atom)