Kamis, 12 Januari 2017
Gangguan Erupsi
Gigi impaksi adalah erupsi terganggu untuk mencapai posisi normal bisa akibat tulang, gigi sebelahm jaringan lunak
gigi antagonis atas bawah
mesial/mesioangular --> berdasarkan sumbu horizontal
sebab prenatal (sistemik), lokal
normal akar susu teresorpsi
operculitis: mukosa menutupi sebagian mahkota gigi
perikoronitis: radang mukosa di sekitar gigi yang impaksi
ciri-ciri perikoronitis: merah, sakit, bengkak, nnll membengkak, trismus
komplikasi: kambuh, abses, sefalgia berkepanjangan
Kista dentigerous??
terapi: relieve irritation (no infeksi: konservatif, edukasi) (infeksi: odontektomi)
klasifikasi kelas 1,2,3 (terpendam)
okklusal
molar 3-2: mesioanguler, horizontal, inverted
paresthesia di ramus mandibula
Puskesmas
mengenai manajemen puskesmas, struktur organisasi di puskesmas, program pokok maupun program pengembangan serta masalah-masalah mengenai program tersebut.
Family Tools
Sabtu, 19 November 2016
Ulkus Bedah Plastik
Ulkus dekubitus luka akibat penekanan lama antara 2 benda keras yang menyebabkan iskemik jaringan
2 jam waktu yg tolerir tidak terjadi iskemik jaringan
Terapi reposisi tiap 2 jam kekanan, trus ke kiri, terlentang
Ulkus dekubitus grade
I: terlihat hiperemis (kemerahan)
II: terkelupas epidermis dan sebagian dermis
III: terkelupas sampai fascia
IV: tampak muskulus atau tulang
Kapan fase inflamasi selesai--> setelah tanda-tanda inflamasi pada luka menghilang (Kalor, Dolor, Rubor, Tumor, Fungsionalesa)
Penutupan luka fase:
1. Penutupan primer--> luka ditutup segera setelah ada luka (langsung dijahit), ketemu antar epitel
2. Penutupan primer tertunda
- luka dibiarkan terbuka beberapa hari (hari ke-3), contoh pada luka kotor, kontaminasi berat
-dibiarkan sampai diyakini bersih baru dijahit
3. Penutupan sekunder
-dibiarkan terbuka/menutup sendiri
- luka menutup sendiri karena epitelisasi dari samping
Flap
Jenis Flap
Berdasarkan vaskularisasinya
- Axial skin flap --> punya sumber perdarahan yang optimal (a. Temporalis, a. Brachialis, a. Femoralis contoh radial forearm flap)
- random skin flap --> punya sumber perdarahan tertentu (arteri asal, contoh plexus subdermal+dermal/a. Perforator)
- reverse flow flap --> sumber PD proximal dipotong dan sumber dari perdarahan distal contoh reverse radial forearm flap --> dapat vaskularisasi dari a. Ulnaris ke arcus palmaris.
Berdasarkan cara mengambil
- rotasi dengan pivot point: rotasi z-plasty
-menggeser advancement flap (maju)
- interposisi--> jumping flap
- interpolarisasi
Berdasarkan lokasi
-lokal: dekat dengan defek (bertumpu satu titik, advancement)
-regional
- free flap
-flap jauh
Berdasarkan jaringan yang dimiliki
-cutaneous
- fasciocutaneous
- musculocutaneous
- osteocutaneous
- osteomusculocutaneous
- omentum
Rabu, 02 November 2016
Arcus Visceralis=Arcus Brachialis
Vertebrata darat, arcus visceralis berubah letak dan fungsi menjadi:
1) Arcus I : kartilago Meckel’s (tulang rawan penyusun mandibula pada perkembangan awal); incus; os hioid bagian dorsal
2) Arcus II : maleus dan stapes
II dan III: os hioid bagian ventral.
3) Arcus IV-V-VI menjadi tulang rawan larynx
IV: menjadi thyroid
V: menjadi arytenoid
VI: menjadi cricoids
Minggu, 16 Oktober 2016
Kuliah prof Soenaryo Anemia
WHO
Hb dewasa pria <13 g/dl
Hb dewasa wanita <12g/dl
Kehilangan darah 10% dari EBV diganti cairan kristaloid 2-3x dari volume EBV yg hilang (jangan pakai desktrose 5% pada kehilangan darah
Kehilangan darah 10-20% dari Volume EBV diganti cairan koloid (maksimal 3 phlabot kalau lebih dapat meningkatkan bleeding time)
Cat: pada perdarahan massif (aneurisma otak) pemberian kolloid boleh lebih dari 3 phlabot untuk menyelamatkan pasien
Kehilangan >20% ganti dengan transfusi darah
Pasien di Amerika EBL >= 50% pasien baru di transfusi darah
Kehilangan darah 30% masih dapat ditoleransi dari hipovolemik
Anemia di transfusi bila Hb<7 g/dl
Transfusi darah syaratnya
1. Tentukan Hbnya pasien
2. Suntik premed dipenhidramin 10 mg
3. Kalo bisa diberikan dalam bentuk Paket darah yg diperlukan misal RBC/PRC
Darah segar 4-6 jam
Darah baru 4-6jam sampai 2 Minggu
Darah lama lebih dari 2 Minggu
Darah lama memiliki kemungkinan terjadi kendala darah sehingga darah tidak masuk ketika transfusi bila cara mengantung kolf transfusi lurus, harus dimiringkan supaya mendalam darah tidak menutupi infus
Reaksi transfusi
1. TRALI (Transfusi Related Lung Injury) menduduki peringkat ke-3 kejadian transfusi di AS. Sehingga transfusi di AS dilakukan saat Hb<6g/dl
2. Hiperkalemia
3. Zat dalam transfusi asam sitrat dapat menyebabkan asidosis, hipernatremia, hipokalemia, sebelum diberikan Ca Glukonas harus dicek dulu keadaan asam basa dan keseimbangan elektrolit. Ketika asidosis baru diberikan Ca Glukonas. Bila diberikan cepat menyebabkan alkalosis yg nanti menyebabkan kurva disosiasi O2 bergeser ke kanan sehingga oksigen lebih sulit dilepas dan pasien menjadi sesak.
Tanda2 syok
1. HR naik
2. Tensi turun
3. Cap Refill >2"
Pasien dengan penyakit jantung/miokard infark bila terjadi reaksi pemecahan sel menyebabkan hiperkalemia
Pasien Anemia perdarahan diberikan transfusi sesak. Kasih Nasal Canul 2 lpm (28% O2), sesak lagi kasih masker (10 lpm batu 99% O2) bila ada Infark miokard diperlukan O2 400% yang hanya bisa dengan intubasi.
Pasien Obsgin Hb 2 perdarahan atonia diberikan Whole Blood karena faktor pembekuan lengkap (walaupun reaksi transfusi kemungkinan terjadi lebih besar)
Contoh kasus
1. Pasien perdarahan Hb 13 Laki-Laki 50 kg kehilangan darah 2000 cc. Apakah perlu di transfusi?
Delta Hb=13-7= 6
Volume darah= 6*6*50= 1800cc ketika Hb 7
Volume darah Hilang =2000cc
Yg perlu transfusi=2000-1800= 200cc (Whole Blood)= 100cc (PRC/RBC) lebih direkomendasikan karena packet Cell
Sedangkan 1800cc diganti
1000cc kolloid ( maksimal 3 phlabot dan kalau lebih meningkatkan Bleeding Time pasien)
800*3=2400cc kristaloid (jangan desktrose5℅)