Kamis, 12 Januari 2017

Family Tools

1.       Apa kegunaan Family APGAR dalam kedokteran keluarga?
Sebuah alat untuk mengukur disfungsi keluarga secara kualitatif.
Menunjukkan persepsi dan kepuasan pasien terhadap keadaan hubungan keluarga saat ini.
Family APGAR penting dalam kondisi seperti:
1.       Gejala-gejala yang muncul sebagai kelainan psikosomatis, seperti sakit kepala berulang, kecemasan, depresi, insomnia, fatigue, dan masalah-masalah pediatric/anak.
2.       Pasien yang sulit
3.       masalah dalam hubungan pernikahan dan seksual
4.       Penyalahgunaan minuman keras dan obat terlarang
5.       Penganiayaan secara fisik dan seksual kepada istri dan anak
2.       Apa manfaat Family Map?
Adapun manfaat Family Map, yaitu untuk
1.       mengetahui hubungan dalam keluarga dan interaksi di dalamnya.
2.       menggambarkan sistem keluarga, pola interaksi dan hubungan, batas generasi dan konflik/persekutuan.
3.       mengetahui siapa yang mengambil keputusan di dalam keluarga tersebut.
3.       Apa gunanya mengetahui Family Life Cycle?
Family Life Cycle adalah konsep esensial yang sangat penting dalam mengerti respon kesehatan dan kesakitan dari pasien dan keluarganya. Family Life Cycle melukiskan berbagai tahapan perkembangan dalam status keluarga dan menjelaskan cara sebuah keluarga berfungsi. Pada setiap tahapan, keluarga memproyeksikan berbagai identitas dan peran, pemenuhan yang akan memastikan kemajuan ke tahap berikutnya atau lebih tinggi.

Kegunaan Family Life Cycle dalam kedokteran keluarga adalah dokter dengan memahami perkembangan keluarga dapat membentuk hipotesis yang baik tentang permasalahan yang sedang dialami pasien, dan dapat membantu anggota keluarga menyiapkan diri dari masalah dan membantu memecahkannya. Siklus hidup keluarga konsepnya dibuat menjadi tahapan – tahapan.

Sabtu, 19 November 2016

Ulkus Bedah Plastik

Ulkus dekubitus luka akibat penekanan lama antara 2 benda keras yang menyebabkan iskemik jaringan

2 jam waktu yg tolerir tidak terjadi iskemik jaringan
Terapi reposisi tiap 2 jam kekanan, trus ke kiri, terlentang

Ulkus dekubitus grade
I: terlihat hiperemis (kemerahan)
II: terkelupas epidermis dan sebagian dermis
III: terkelupas sampai fascia
IV: tampak muskulus atau tulang

Kapan fase inflamasi selesai--> setelah tanda-tanda inflamasi pada luka menghilang (Kalor, Dolor, Rubor, Tumor, Fungsionalesa)

Penutupan luka fase:
1. Penutupan primer--> luka ditutup segera setelah ada luka (langsung dijahit), ketemu antar epitel
2. Penutupan primer tertunda
- luka dibiarkan terbuka beberapa hari (hari ke-3), contoh pada luka kotor, kontaminasi berat
-dibiarkan sampai diyakini bersih baru dijahit
3. Penutupan sekunder
-dibiarkan terbuka/menutup sendiri
- luka menutup sendiri karena epitelisasi dari samping

Flap

Jenis Flap
Berdasarkan vaskularisasinya
- Axial skin flap --> punya sumber perdarahan yang optimal (a. Temporalis, a. Brachialis, a. Femoralis contoh radial forearm flap)
- random skin flap --> punya sumber perdarahan tertentu (arteri asal, contoh plexus subdermal+dermal/a. Perforator)
- reverse flow flap --> sumber PD proximal dipotong dan sumber dari perdarahan distal contoh reverse radial forearm flap --> dapat vaskularisasi dari a. Ulnaris ke arcus palmaris.
Berdasarkan cara mengambil
- rotasi dengan pivot point: rotasi z-plasty
-menggeser advancement flap (maju)
- interposisi--> jumping flap
- interpolarisasi
Berdasarkan lokasi
-lokal: dekat dengan defek (bertumpu satu titik, advancement)
-regional
- free flap
-flap jauh

Berdasarkan jaringan yang dimiliki
-cutaneous
- fasciocutaneous
- musculocutaneous
- osteocutaneous
- osteomusculocutaneous
- omentum

Rabu, 02 November 2016

Arcus Visceralis=Arcus Brachialis

Vertebrata darat, arcus visceralis berubah letak dan fungsi menjadi:

1) Arcus I : kartilago Meckel’s (tulang rawan penyusun mandibula pada perkembangan awal); incus; os hioid bagian dorsal

2) Arcus II : maleus dan stapes

II dan III: os hioid bagian ventral.

3) Arcus IV-V-VI menjadi tulang rawan larynx

IV: menjadi thyroid

V: menjadi arytenoid

VI: menjadi cricoids

Minggu, 16 Oktober 2016

Kuliah prof Soenaryo Anemia

WHO
Hb dewasa pria <13 g/dl
Hb dewasa wanita <12g/dl
Kehilangan darah 10% dari EBV diganti cairan kristaloid 2-3x dari volume EBV yg hilang (jangan pakai desktrose 5% pada kehilangan darah
Kehilangan darah 10-20% dari Volume EBV diganti cairan koloid (maksimal 3 phlabot kalau lebih dapat meningkatkan bleeding time)
Cat: pada perdarahan massif (aneurisma otak) pemberian kolloid boleh lebih dari 3 phlabot untuk menyelamatkan pasien
Kehilangan >20% ganti dengan transfusi darah
Pasien di Amerika EBL >= 50% pasien baru di transfusi darah
Kehilangan darah 30% masih dapat ditoleransi dari hipovolemik
Anemia di transfusi bila Hb<7 g/dl
Transfusi darah syaratnya
1. Tentukan Hbnya pasien
2. Suntik premed dipenhidramin 10 mg
3. Kalo bisa diberikan dalam bentuk Paket darah yg diperlukan misal RBC/PRC

Darah segar 4-6 jam
Darah baru 4-6jam sampai 2 Minggu
Darah lama lebih dari 2 Minggu
Darah lama memiliki kemungkinan terjadi kendala darah sehingga darah tidak masuk ketika transfusi bila cara mengantung kolf transfusi lurus, harus dimiringkan supaya mendalam darah tidak menutupi infus
Reaksi transfusi
1. TRALI (Transfusi Related Lung Injury) menduduki peringkat ke-3 kejadian transfusi di AS. Sehingga transfusi di AS dilakukan saat Hb<6g/dl
2. Hiperkalemia
3. Zat dalam transfusi asam sitrat dapat menyebabkan asidosis, hipernatremia, hipokalemia, sebelum diberikan Ca Glukonas harus dicek dulu keadaan asam basa dan keseimbangan elektrolit. Ketika asidosis baru diberikan Ca Glukonas. Bila diberikan cepat menyebabkan alkalosis yg nanti menyebabkan kurva disosiasi O2 bergeser ke  kanan sehingga oksigen lebih sulit dilepas dan pasien menjadi sesak.

Tanda2 syok
1. HR naik
2. Tensi turun
3. Cap Refill >2"

Pasien dengan penyakit jantung/miokard infark bila terjadi reaksi pemecahan sel menyebabkan hiperkalemia

Pasien Anemia perdarahan diberikan transfusi sesak. Kasih Nasal Canul 2 lpm (28% O2), sesak lagi kasih masker (10 lpm batu 99% O2) bila ada Infark miokard diperlukan O2 400% yang hanya bisa dengan intubasi.

Pasien Obsgin Hb 2 perdarahan atonia diberikan Whole Blood karena faktor pembekuan lengkap (walaupun reaksi transfusi kemungkinan terjadi lebih besar)

Contoh kasus
1. Pasien perdarahan Hb 13 Laki-Laki 50 kg kehilangan darah 2000 cc. Apakah perlu di transfusi?
Delta Hb=13-7= 6
Volume darah= 6*6*50= 1800cc ketika Hb 7
Volume darah Hilang =2000cc
Yg perlu transfusi=2000-1800= 200cc (Whole Blood)= 100cc (PRC/RBC) lebih direkomendasikan karena packet Cell
Sedangkan 1800cc diganti
1000cc kolloid ( maksimal 3 phlabot dan kalau lebih meningkatkan Bleeding Time pasien)
800*3=2400cc kristaloid (jangan desktrose5℅)

Senin, 03 Oktober 2016

9 Prinsip Kedokteran Keluarga

1. Pelayanan Holistik dan Komprehensif
2. Pelayanan kontak pertama dan berkesinambungan
3. Pelayanan lebih mengutamakan promotif dan preventif
4. Koordinatif dan Kolaboratif
5. Pelayanan Personal
6. Mempertimbangkan keluarga, komunitas, lingkungan
7. Sadar segi etika dan hukum
8. Sadar pembiayaan
9. Menjalankan Pelayanan yang dapat diaudit

Instrumen Manajemen Puskesmas

Instrumen Manajemen Puskesmas
P1: Perencanaan (PTP/Perencanaan Tingkat Puskesmas)
P2: Pelaksanaan dan Pengendalian (Loka Karya Mini) Triwulan untuk kerjasama lintas sektoral

P3: Penilaian dan Pertanggungjawaban (PKP/ Penilaian Kinerja Puskesmas)