Senin, 03 Oktober 2016

Cara menghitung cakupan, Pencapaian Puskesmas SPM (Standar Pelayanan Minimal)

Cara menghitung Cakupan, Pencapaian
Cakupan=(Hasil/Sasaran pada bulan berjalan)*100%
Sasaran bulan berjalan= (sasaran dalam tahun/12)*bulan berjalan
Pencapaian= (Cakupan/Target)*100%

Dikatakan masalah sesuai dengan target pencapaian yang sudah dicanangkan

Minggu, 02 Oktober 2016

Jawaban soal PR dr. Saekho tentang kedokteran keluarga

Beda komunikasi dengan konsultasi
Konsultasi meliputi 4 komponen yaitu
1.       Pemberian informasi materi kesehatan secara mendetail`
2.       Harus tatap muka
3.       Terjadi 2-arah
4.       Penentuan keputusan ada di tangan pasien sedangkan tenaga medis hanya memberikan saran/opsi yang dapat diambil
Komunikasi masih 1 arah yaitu dari dokter ke pasien saja
Kolaborasi adalah bekerja sama dengan profesional lain misal dokter, perawat, bidan
Koordinasi adalah bekerja dengan dokter spesialis lainnya
Rujukan terdiri dari 2 yaitu rujukan vertikal dan horizontal
Rujukan bersifat bolak-balik
Rujukan terdiri dari 2 yaitu rujukan medis dan rujukan kesehatan
Rujukan medis tediri dari 3 yaitu
1.      1. Rujukan pasien (transfer of patient)
2.       2. Rujukan ilmu pengetahuan (transfer of knowledge)
3.       3.Rujukan bahan pemeriksaan laboratorium (transfer of speciments)
Rujukan kesehatan terdiri dari 3 yaitu
1.       1.Rujukan tenaga
2.      2.  Rujukan sarana
3.       3. Rujukan operasional
Persamaan konsultasi dan rujukan adalah 2-2nya merupakan upaya meminta bantuan
Beda Konsultasi dan Rujukan
Konsultasi adalah upaya meminta bantuan profesional atau dalam hal ini ahli lain, terhadap kasus penyakit atau probllem kesehatan lain yang sedang ditangani oleh dokter keluarga, namun kewenangan penganan masih berada pada dokter keluarga yang bersangkutan.
Rujukan adalah pelimpahan kewenangan dan tanggungjawab penanganan dokter yang diminta rujukan.
Dokter keluarga tetap bertindak sebagai koordinator
9 Prinsip kedokteran keluarga
1.       1.Komprehensif dan holistik
2.       2.Pelayanan kontak pertama dan kesinambungan
3.       3.Pelayanan mengutamakan promotif dan preventif
4.       4.Pelayanan koordinatif dan kolaboratif
5.       5.Pelayanan personal
6.       6.Mempertimbangkan keluarga komunitas, dan lingkungannya
7.       7.Sadar etika dan hukum
8.       8.Sadar biaya

9.       9.Menyelenggarakan pelayanan yang dapat diaudit dan dipertanggungjawabkan 

Minggu, 25 September 2016

Manajemen

Analisis Penyebab masalah dengan pendekatan sistem (input, proses, output, outcome)
input 5M (Man, Money, Method, Material, Machine)
Proses (P1 Perencanaan), (P2-Pelaksanaan, Pengendalian), (P3-Penilaian, Pertanggungjawaban)
Output--> SPM
Outcome (dampak)

Prioritas masalah dengan Hanlon Kuantitatif.--> USG (Urgency. Seriuousness, G
Analisis Penyebab masalah dengan pendekatan sistem dan dimensi mutu.
Analisis faktor penyebab masalah dengan pendekatan sistem dimasukkan ke dalam fish bone analyze
Penyebab masalah yang ada diprioritaskan dengan paired comparison dan menggunakan tabel dan diagram Pareto, dipilihlah penyebab masalah yang akan dipecahkan.
Penyebab masalah yang telah terpilih kemudian dicari alternatif pemecahan masalahnya, kemudian dilakukan pengambilan keputusan mengenai pemecahan masalah yang mana yang akan diusulkan dan dibuat plan of action.


Puskesmas

Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) adalah pelayanan kesehatan tingkat primer (Primary Health Care)
Puskesmas mempunyai 3 fungsi yaitu
1. Sebagai pusat pembangungan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya
2. Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka kemampuan untuk hidup sehat.
3. memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan masyarakat di wilayah kerjanya.

Puskesmas sebagai unit kesehatan perorangan (UKP) dan unit kesehatan masyarakat (UKM)

Upaya kesehatan puskesmas juga dibagi menjadi 2 yaitu upaya kesehatan wajib/ essensial dan upaya kesehatan tambahan (kerjasama lintas sektoral dan lintas program)

Upaya kesehatan wajib/ essensial ada 6 yaitu
1. Promosi Kesehatan /Promkes
2. Kesehatan Lingkungan/ Kesling
3. Gizi
4. Kesehatan Ibu dan Anak Keluarga Berencana (KIA-KB)
5. Pencegahan dan pemberantasan Penyakit (P3)
6. Balai Pengobatan Umum

Upaya Kesehatan tambahan
1. Sektor pendidikan Unit Kesehatan Sekolah (UKS)
2. Sektor Agama imunisasi TT untuk pasangan yang ingin menikahi
dll

Sabtu, 03 September 2016

Indonesia Pusaka


Yuk liat video ini. Haha. Walaupun udah lewat 17 Agustus. Tetap ya Jiwa nasionalis ya, Jaya Terus Indonesiaku.

Selasa, 30 Agustus 2016

IKM

Masalah adalah kesenjangan antara keadaan sebenarnya dengan keadaan yang diinginkan dan menimbulkan rasa tidak puas serta berkeinginan untuk memecahkannya.
PMPK (Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan) adalah suatu proses yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan menggunakan metoda tertentu untuk menentukan urutan dalam pemecahan suatu masalah dengan menggunakan berbagai metoda.
Istilah dalam PMPK
Kriteria:
Adalah faktor-faktor yang dapat menentukan tinggi rendahnya suatu nilai permasalahan sehingga masalah satu dengan yang lainnya dapat dibedakan.
Skor:
Adalah pemberian nilai terhadap masalah
Bobot:
Adalah derajat kepentingan dari tiap kriteria

4 kelompok kriteria Hanlon Kuantitatif
1. Kelompok Kriteria A: Besarnya Masalah
2. Kelompok Kriteria B: Kegawatan Masalah
3. Kelompok Kriteria C: Kemudahan dalam penanggulangan
4. Kelompok Kriteria D: PEARL Faktor

Kriteria A: Besarnya Masalah
Besar masalah kesehatan diukur dari besarnya penduduk yang terkena efek langsung [incidence, prevalence]

Pencapaian
A 65%
B 55%
C
C
D
E
F


Rabu, 03 Agustus 2016

BSO Capsule


Capsule (Kapsul)

Adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut.

Cangkang dibuat dari

  1. Gelatin
  2. Pati
  3. Bahan lain yang cocok

Ada buku lain yang menyebutkan bahwa cangkang capsul dapat dibuat 2 macam bahan yaituu:

  1. Capsulae amylaceae, dibuat dari amylum
  2. Capsulae gelatinosae, dibuat dari gelatin
    1. Caps gelatin yang lunak (soft caps)
    2. Caps Operculatae (hard caps)

Pemilihan BSO kapsul

Obat diberikan dalam bentuk kapsul dengan maksud:

  1. Untuk menutupi rasa dan bau obat tidak enak
  2. Untuk memberikan obat dengan dosis yang tepat dan teliti
  3. Obatnya dikehendaki bekerja di usus, tetapi dalam hal ini kapsulnya harus dibuat dengan salut enterik. Selain itu enterik kapsul dikehendaki bekerja di usus, maka kapsulnya dibuat keras dengan larutan formalin 10%. Bila kapsulnya supaya tidak tembus getah lambung maka kapsulnya dilapisi dengan keratin.

Keuntungan

  1. Kapsul tidak berasa, mudah pemberiannya, mudah dibuat, baik untuk peracikan resep maupun dalam perdagangan
  2. Dalam penyusunan resep, dokter dapat menulis obat dengan leluasa dan dengan dosis yang tepat untuk masing-masing penderita. Hal ini yang membuat kapsul lebih menguntungkan dibandingkan tablet
  3. Selain itu, ada penderita yang merasa lebih mudah minum obat dalam bentuk kapsul daripada tablet

Hal tersebut diatas antara lain yang mendorong pabrik farmasi memasarkan produk dalam bentuk kapsul, meskipun produk itu sebetulnya diproduksi dalam bentuk tablet.

Kosistensi obat yang dimasukkan kapsul dapat berupa serbuk, zat cair, granul

Contoh:

Yang berupa serbuk: erytrocin caps, incidal caps, kemicetin caps

Yang berupa cairan: oleum chenopodii

Yang berupa granul: eryc caps, excelase caps

Hard caps: librium, terramycin, juvelon, warna hard caps, bermacam-macam

Soft caps: Natur E 100, Supertetra, Levertran caps, warna soft caps, bermacam-macam

Ukuran capsul

Dinyatakan dengan nomor. Kapsul yang paling besar nomor (000) biasanya untuk hewan. Kapasitas kapsul kira-kira 30 mg-600mg dan tergantung berat jenis serbuknya, biasanya kapasitas kapsul dinyatakan dalam grain (gr).

Pembuatan

  1. Bila obat-obatnya berupa serbuk, maka setelah obat-obatnya dan bahan tambahan/pengisi dicampur dan diserbukkan (cara seperti pada pembuatan serbuk), lalu dibagi-bagi, sama banyak
  2. Kemudian dimasukkan ke dalam kapsul. Pilih kapsul yang sesuai dengan volume serbuknya. Bila setelah obat dimasukkan ke dalam kapsul, dan ternyata ada serbuk yang melekat pada kapsul, maka kapsul tersebut dibersihkam dengan kapas atau kertas tissue.

Penyimpanan

Kapsul disimpan di tempat yang sejuk, kering, tertutup rapat dan diberi zat pengering. Bila kapsul disimpan ditempat yang kelembapannya rendah, maka kapsul akan rapuh. Bila disimpan di tempat yang kelembapannya tinggi, maka kapsul akan lembek (saling melekat). Bila disimpan di tempat yang suhunya tinggi akan mempengaruhi kualitas kapsulnya

Rangkuman

Bentuk sediaan obat kapsul dimaksudkan untuk obat-obat yang rasa atau baunya tidak enak. Dalam perdagangan, ada beberapa macam ukuran kapsul dengan kapasitas 30 mg sampai 600 mg. Penyimpanan membutuhkan Ketelitian.